Kamboja

Kamboja

Nama latin     : Plumeria sp.

Nama daerah : Bunga kamboja

Famili             : Apocynaceae

Kegunaan     : Getah tanaman ini mengandung senyawa sejenis karet, triterpenoid, amyrin, lupeol, kautscuk, dan damar. Bila terkena kulit, getah kamboja dapat menimbulkan rasa gatal di kulit. Namun, getah ini juga bisa digunakan sebagai obat penyakit kulit.  Tanaman ini banyak digunakan sebagai tanaman hias di luar ruangan maupun di dalam ruangan

Daerah asal  : Amerika Tengah, Meksiko, Kepulauan Karibia, dan Amerika Selatan.

Deskripsi       : batang bulat dan berkayu keras, bengkok dengan percabangan  yang banyak. Kulit batang muda berwarna hijau dan akan berubah menjadi abu – abu seiring dengan penuaan batang. Pada waktu berbunga, cabangnya juga kehilangan daun dan hanya terlihat seperti pohon mati dengan cabang yang gundul. Daun kamboja berbentuk lanset dengan ujung dan pangkal daun meruncing, berwarna hijau dan tebal, serta tulang daunnya menonjol. Panjang daun berukuran 15- 20 cm. Sementara lebar daunnya berkisar 6 – 12,5 cm. Selain bentuk lanset yang lebar, ada daun yang sempit dan ada pula yang ujung daunya tidak lancip, tetapi membulat. Bunga kamboja memiliki ukuran diameter 8-12 cm. Mahkota bunga umumnya berjumlah lima helai dan memiliki wangi yang khas. Mahkota bunga mempunyai corong dengan lingkar yang sempit dan sisi bagian dalamnya berambut halus.  Buahnya tidak berdaging (buah kering atau follicle) dan berbentuk tabung dengan kedua ujungnya lancip. Buahnya bisa berjumlah satu atau dua yang saling terpisah. Panjang buah berkisar 15-20 cm dengan diameter 2 cm

Penanaman  : Bunga kamboja tumbuh subur di dataran rendah hingga pada ketinggian 700 meter, tetapi secara garis besar tanaman hias bunga ini dapat tumbuh subur di seluruh tempat. Perbanyakan bunga kamboja dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya adalah cara stek pada batang tanaman, memakai teknik okulasi, perbanyakan dengan biji.