Kelengkeng

Manfaat Serta Cara Penanaman Kelengkeng

Nama daerah               : Kelengkeng, matakucing,longan

Nama latin                    : Dimocarpus longan

Famili                             : Sapindaceae

Daerah asal                   : Asia Tenggara

Manfaat dari tanaman:

Lengkeng juga dikeringkan, untuk dijadikan bahan pembuat minuman penyegar. Seperti halnya lerak, biji lengkeng yang mengandung saponin kadang-kadang dimanfaatkan untuk mencuci rambut. Biji, buah, daun dan bunga lengkeng juga digunakan sebagai bahan obat tradisional, terutama dalam ramuan Tiongkok. Daunnya mengandung quercetin dan quercitrin. Manfaat buah lengkeng: Menjaga Berat Badan, Anti Depresan untuk Ibu Hamil, Kecantikan, Menambah Nafsu Makan Pada Anak, Mengobati Luka Bakar. Kayu lengkeng dan kayu bedaro (Dimocarpus malayensis) merupakan kayu yang cukup baik untuk konstruksi ringan dalam rumah dan bahan perkakas.

Penanaman : Penanaman lengkeng dilakukan menjelang musim hujan. Lubang tanam dibuat dengan ukuran 60x60x60 atau 100x100x60 cm, tergantung besar kecilnya bibit yang akan ditanam. Jarak tanam minimal 6 x 6 m. Pupuk diberikan sebelum tanam. Pemberian pupuk selanjutnya pada saat lengkeng berumur setahun di areal pertanaman. Saat baru ditanam, tanaman lengkeng memerlukan penyiraman yang teratur 2 kali sehari. Selanjutnya penyiraman dilakukan dengan melihat kondisi tanaman dan lingkungan pertanaman. Pelaksanaan pemangkasan bentuk dimulai saat tanaman masih muda dan batang pokoknya baru mencapai tinggi 160-225 cm. Pemangkasan dilakukan pada batang pokok dengan ketinggian 150-175 cm dari permukaan tanah dan dilakukan pada awal musim hujan. Pada awal musim hujan berikutnya, ranting yang terpilih tadi dipangkas lagi sampai tersisa 30-40 cm atau kira-kira 2/3 panjang ranting. Pelaksanaan pemangkasan ini dilakukan sampai tiga kali. Pada saat pemangkasan yang ketiga, disisakan dua ranting untuk tumbuh.

Hama penting pada lengkeng adalah stink bug (Tessaratoma javanica) yang dapat merusak bunga pada masa pembungaan. Kumbang dewasa berada di panikel bunga, buah muda, dan terakhir berkembang pada batang atas lengkeng. Pengendaliannya dengan cara membuang telurnya dan dengan penggunaan insektisida berba-han aktif azodrine dengan melarutkan 10-20g/20 l air. Predator alami stink bug adalah Anastatua sp., Micropanurus sp. dan Eupelmid sp.

Hama lain yang ditemukan pada lengkeng antara lain tungau Erinosa, scales, lalat buah, aphids, penggerek batang, ulat pemakan daun, ulat pemakan bunga, mealy bug, fruit spotting bug, elephant beetles dan fruit piercing moth dan tikus. Hama penting yang menyerang pada musim pembuahan adalah kelelawar. Untuk menghindari serangan kelelawar dilakukan pemberongsongan buah dengan anyaman dari bambu. Penyakit yang ditemukan pada lengkeng adalah jamur upas, akar putih, akar hitam, bercak daun dan busuk akar. Pengendalian tanaman yang terkena jamur dilakukan dengan memangkas ranting yang sakit serta menyemprot dengan fungisida, sedangkan untuk penyakit akar pengen-dalian dilakukan dengan mencabut tanaman yang sakit dan kemudian membakarnya. Selain itu pencegahan penyakit juga diperlukan dengan cara menjaga sanitasi kebun.