Jambu Biji

Manfaat dan Penanaman Jambu Biji

Nama daerah           : jambu batu, jambu siki dan jambu klutuk

Nama latin                : Psidium guajava

Famili                         : Myrtaceae

Daerah asal              :  Brasil

Manfaat dari tanaman:

Daun jambu biji (Psidium guajava L) mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder antara lain tanin, minyak atsiri, flavonoid, dan saponin. Senyawa-senyawa tersebut berpotensi sebagai antioksidan dan bahan pengawet alami.[1] Daun jambu biji dikenal sebagai bahan obat tradisional untuk batuk dan diare. Jus jambu biji “bangkok” juga dianggap berkasiat untuk membantu penyembuhan penderita demam berdarah dengue. Daun jambu biji sudah dikenal sejak dahulu sebagai pencegah dan mengurangi diare. 3 helai daun jambu biji direbus dengan 2 gelas air putih lalu direbus,lalu disaring dan diminumkan pada orang yang terkena diare. uah jambu biji mengandung banyak vitamin dan serat, sehingga sangat cocok sekali dikonsumsi untuk menjaga kesehatan. Warna daging jambu biji yang merah mengidikasikan jambu biji kaya akan vitamin A untuk kesehatan mata dan antioksidan. Buah jambu biji sangat cocok sekali dikonsumsi di siang hari karena buahnya yang segar dan mendinginkan badan. Kandungan Nutrisi yang terdapat pada jambu yang bermanfaat untuk tubuh adalah asam askorbat atau vitamin C.di dalam jambu biji terdapat 126 miligram vitamin C lebih dari 90 miligram asam askorbat diperlukan untuk orang orang setipa harinya atau untuk perempuan sekitar 75 miligram.menurut Linus pauling institute.vitamin C membantu bagian menjaga bagian setiap jaringan tubuh anda.vitamin C sendiri berperan menumbuhkan kolagen.protein yang mendukung sel dan jaringan tibuh anda tetap utuh.dan Tanpa vitamin C tubuh anda bisa mengalami pecah pembulu darah.robeknya kulit dan gigi.

Penanaman:

Jarak tanam antara baris sebaiknya agak lebar, kira-kira 3,5 m – 4 m, jarak tanam antar pohon 2,7 m – 3,6 m. Pilih bibit dari varietas murni akar tumbuh sempurna, tidak berpenyakit. Didaearh yang sering tergenang air jangan ditanam dimusim hujan. Dasar lubang tanam diberi pupuk organik dan dicampur dengan pupuk kimia. Setelah bibit ditanam permanen, diikat dengan penyangga untuk menghindari angin kencang yang bisa membuat penyambungan dan akar terluka. Pada pohon yang masih terlalu muda jika berbunga harus segera dihilangkan, karena jika sampai berbuah akan mempengaruhi perumbuhan pohon. Buang tunas air yang tumbuh pada batang bawah. Untuk meminimalkan gangguan pada pertumbuan, disekitar pohon harus dibersihkan. Lakukan pemangkasancsupaya batang dan daun tumbuh merata, tidak saling bertumpukan, supaya semua daun bisa beasimilasi, usahakan tinggi pohon maksimal 2 m supaya mempermudah membungkus buah. Pada musim kemarau harus diperhatikan metode pemupukan sering tapi sedikit, dapat digunakan cara pengairan sekaligus pemupukan.  Pembungkusan Buah yang tumbuh di pohon, akan tergantung pada kondisi pohon tersebut. Buah yang terlalu banyak, akan tumbuh kecil, kulit mengkilat, dan mutu jelak. Prinsipnya setiap cabang hanya ada 1-2 buah saja, pada cabang yang kurus atau pendek tidak boleh ada buahnya. Buang buah yang kecil, menghadap ke atas, berbentuk tidak bagus, terluka atau terkena penyakit, dan cabang yang terlalu banyak buahnya.