Alkesa

Kegunaan Alkesa

Nama daerah     :   Campolay, sawo mentega, sawo ubi, sawo belanda, alkesah       atau kanistel

Nama latin          :  Pouteria campechiana,

Famili                   : Sapotaceae

Kegunaan       :  Buah matang bias dimakan langsung atau diolah menjadi jenis makanan lain, seperti selai, marmalade, bahan pancake, dan tepung,bubur atau puree, minuman canistel shake, eggfruit nog.  Pengganti labu, misalnya pada pie labu dan puding. Batang pohon alkesa bisa digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan. Buah alkesa memiliki banyak kandungan bernutrisi yang baik jika dikonsumsi. Terdapat zat karoten yang baik untuk mata, serta thiamine, niasin, karbohidrat, vitamin C, vitamin A, fosfor, kalsium, dan lain sebagainya.

Daerah  Asal       : Pohon alkesa berasal dari Meksiko bagian selatan, Belize, Guatemala, dan El Savador.

Deskripsi           :  Tumbuhan alkesa termasuk tanaman pohon berukuran sedang. Batangnya dapat tumbuh hingga ketinggian 30 meter. Batang tanaman alkesa memiliki getah susu atau lateks yang akan keluar apabila kulitnya tersayat.  Buah berwarna kuning dan oranye. Diameter buahnya sekitar 7 cm.  Daun tumbuh secara majemuk atau berkumpul di ujung ranting, daunnya bulat telur dan memanjang sekitar 6 cm sampai 25 cm dengan lebar 2,5 cm sampai 8 cm berwarna hijau dan berkilap. Tangkai daunnya berukuran 5 cm sampai 25 cm.  Bunga yang tumbuh di bawah ketiak daun, tumbuh secara tunggul ataupun majemuk. Kelopak berjumlah 5 helai dengan warna putih, serta mengeluarkan aroma harum.

Penanaman     :  alkesa dibudidayakan dengan menanam biji atau okulasi. Hasil dari okulasi akan memberikan bibit dengan keunggulan akar yang lebih kuat sekaligus lebih mampu menyerap nutrisi dalam tanah, dengan buah yang besar. Berkat akarnya yang unggul, tanaman hasil okulasi ini akan mampu berbuah bahkan pada usia 1 tahun.