Penilaian Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) di lingkungan Kementrian Pertanian

Bekasi, 27 Oktober 2021.

Dalam rangka penilaian pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) di lingkungan Kementrian Pertanian, maka perlu dilakukan evaluasi atas pelaksanaan pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM. Pada hari rabu, 27 Oktober 2021 Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian salah satu Unit Kerja Kementerian Pertanian yang dilakukan Desk Evaluasi Pembangunan Zona Integritas oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia.

Dalam Desk Evaluasi Pembangunan Zona Integritas ini Kepala Balai drh. Wawan Sutian, M.Si, beserta seluruh Tim Pembangunan Zona Integritas serta Tim Evaluator dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Bapak Yaneri dan Bapak Dwi Slamet.

drh. Wawan Sutian, M.Si Kepala Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian (BUTTMKP) dalam paparan presentasi Implementasi Pembangunan Zona Integritas menyampaikan kontribusi BUTTMKP dalam mendukung kinerja Eselon I Badan Karantina Pertanian dan Kementerian Pertanian yaitu membentuk dan mengembangkan kompetensi pejabat teknis karantina hewan dan tumbuhan, untuk mencegah masuk dan tersebarnya HPHK dan OPTK melalui bimbingan teknis, menghasilkan uji terap tindakan perlakuan karantina yang dapat membuka pasar ekspor agar komoditas diterima di negara tujuan,  dan menjaga kualitas komoditas ekspor bebas HPHK dan OPTK sesuai standar internasional.. BUTTMKP telah membangun 6 area perubahan terdiri dari, manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penguatan sistem manajemen sumber daya manusia, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, dan penguatan kualitas pelayanan publik dalam mendukung kinerja tersebut. Tim Pembangunan Zona Intergritas dipimpin oleh agen-agen perubahan yang  mempunyai tugas mempengaruhi target/sasaran perubahan agar sesuai dengan arah organisasi. Di lingkungan BUTTMKP sendiri agen perubahan berkontribusi dalam berbagai hal, antara lain, peningkatan integritas pegawai dan perubahan pola pikir pegawai. Dampak penerapan agen perubahan dan Zona Intergitas adalah terdapat progres kenaikan nilai Indeks Kepuasan Masyarkat dan Indeks Penerapan Nilai Budaya Kerja di BUTTMKP. Inovasi yang telah dilakukan adalah pemerolehan Hak Paten (10 Hak Paten di tahun 2020 dan 2021),  pelaksanaan bimbingan teknis secara daring dan luring, pioneer pembangunan Sistem Manajemen Pendidikan ISO 21001:2018, implementasi ECO Office, ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu, ISO 45001:2018 Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Aplikasi Internal B-Office (Persuratan), B-Realiasi (Monitoring Keuangan) dan Aplikasi Eksternal Q-Visit. “BUTTMKP siap melangkah bersama-sama melakukan pembangunan Zona Integritas dan berkomitmen mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani melalui penerapan 6 area perubahan” ujar Wawan Sutian.

Evaluasi Zona Integritas yang dilaksanakan secara daring oleh Tim KemenPANRB ini dapat menjadi motivasi Aparatur Sipil Negara (ASN) petugas layanan dalam mengoptimalkan kinerjanya khususnya menjadikan Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani di Lingkungan Balai.