Ini Syarat Sarang Burung Walet Masuk Amerika

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta — Pasar Amerika menjadi pasar potensial yang bisa dibidik eksportir sarang burung walet (SBW). Namun ada beberapa persyaratan yang harus bisa dipenuhi. 

“Eksportasi SBW ke USA pada tahun 2020 terdapat 25 pengirim, sedangkan tahun 2021 meningkat, terdapat 29 pengirim,” beber Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Badan Karantina Pertanian,  Drh Wisnu Wasisa Putra, MP.

Untuk menembus pasar ekspor ke USA, ada sejumlah persyaratan teknis. Mulai dari, Produk SBW diproses dengan memperhatikan kondisi higiene dan sanitasi yang baik. Kemudian, produk SBW dipanaskan dengan suhu minimum 74 derajat Celcius (165 derajat Fahrenheit) dengan waktu minimum 5 detik. “Bukti Proses pemanasan pada poin B dituangkan ke dalam sertifikat sanitasi (KH-12) yang ditandatangani oleh pejabat karantina, “ tambah Wisnu.

Karenanya, peralatan pemanasan dan prosedur pemanasannya sendiri harus diverifikasi oleh lembaga kalibrasi terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN).

Sistem pemanasannya pun dengan metode uap panas, (kukus). Secara prinsip sama dengan pemanasan SBW ke Tiongkok namun berbeda suhu saja (Pedoman Kabarantan No.2732/2018).

Tak hanya itu, wajib dipenuhi persyaratan dalam Permentan No.26/2020 seperti pemasukan atau pengeluaran SBW, hanya untuk SBW bersih dan olahan, jika SBW kotor maka ditolak.

Dalam pemasukan SBW, terdapat pembaruan standar keamanan pangan, baik cemaran mikrobiologi, kadar nitrit dan kadar air. Khusus pengeluaran SBW, terdapat pengaturan sebagai barang bawaan penumpang dan keempat Registrasi Tempat Pemrosesan, pengajuan Instalasi Karantina Hewan melalui sistem APIKH.

Tata cara Tindakan Karantina

1.Pemeriksaan fisik (fisik SBW, kesesuaian jenis dan jumlah, kemasan)

2.Pemeriksaan sanitasi : sarang walet bersih, pengamatan secara visual (mata telanjang) dengan jarak 20-30 cm terlihat bersih dari bulu dan kotoran. SBW bersih, jenis dan jumlah sesuai, kemasan utuh.

3.Pemeriksaan sanitasi, sanitasi baik (tidak terjadi perubahan sifat, tidak terkontaminasi, tidak membahayakan kesehatan hewan dan atau manusia).

Dimulai dari pemeriksaan Organoleptik, pemeriksaan kebersihan sarang walet dari adanya serangga, cemaran fisik (kotoran, pasir, dll dan perubahan sifat).

Kemudian, Verifikasi Perlakuan, melalui verifikasi terhadap perlakuan, jika telah diberikan perlakuan terhadap SBW.

Pemeriksaan Dokumen Pendukung, melalui dokumen pendukung, seperti : dokumen hasil uji lab, dokumen implementasi sistem jaminan keamanan pangan.

Kemudian Pengujian Laboratorium : melakukan uji lab jika diperlukan untuk peneguhan diagnosa.

4.Penolakan untuk diberangkatkan, barang dikembalikan ke pemilik apabila ditemukan SBW kotor, jenis/jumlah tidak sesuai, kemasan tidak utuh.