Begini Proses Hot Water Treatment Ala Barantan

Perlakuan karantina tumbuhan dilakukan untuk membebaskan media pembawa dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) dan sebagai pemenuhan persyaratan karantina tumbuhan negara tujuan. Tentunya, dengan metode perlakuan yang ramah lingkungan serta dalam rangka fasilitasi peningkatan akses pasar bagi komoditas ekspor Indonesia.

Perlakuan air panas (Hot Water Treatment, HWT) merupakan salah satu metode perlakuan fisik yang banyak digunakan untuk keperluan karantina tumbuhan.

Perlakuan air panas dilaksanakan dengan meningkatkan suhu komoditas sampai mencapai suhu tertentu untuk dipertahankan selama waktu tertentu yang efektif mematikan OPT sasaran.

Adapun keuntungan perlakuan air panas adalah tidak meninggalkan residu dan tidak merusak komoditas apabila diaplikasikan sesuai dengan suhu dan waktu yang telah ditetapkan.

Perlakuan air panas telah menjadi salah satu persyaratan karantina negara mitra dagang terhadap komoditas ekspor hortikultura Indonesia

Untuk itu, Badan Karantina Pertanian menetapkan Standar Teknis Perlakuan Air Panas sebagai petunjuk agar dalam aplikasinya dapat dilakukan dengan efektif dan efisien serta sesuai dengan prinsip-prinsip perlakuan karantina tumbuhan.

Analis Perkarantinaan Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian (BUTTMKP), Abdul Mubaraq Irfan dalam International Dissemination Conference (IDC) dengan tajuk “GraTiEks dan Peluang Pasar Komoditas Tanaman Hias ke Amerika Serikat”, Selasa (25/5)  memaparkan proses HWT yang dilakukan oleh BUTTMKP sebagai berikut :

Diawali dengan pemanasan  bak perlakuan. Pemanasan awal dilakukan dengan mengaktifkan sumber panas sehingga suhu air dalam bak perlakuan dapat naik secara bertahap. Suhu air diatur lebih tinggi 1 derajat Celcius daripada suhu tingkat perlakuan

Kemudian, memasukkan komoditas dalam bak perlakuan. Saat suhu air telah melebihi 1 derajat C dari tingkat suhu perlakuan yang diinginkan, komoditas yang sudah berada di dalam wadah perlakuan dimasukkan ke dalam bak perlakuan. Seluruh komoditas harus dipastikan terendam di dalam bak perlakuan air panas dan tidak boleh menyentuh dinding maupun dasar bak perlakuan

Kemudian lakukan perhitungan Suhu dan Perlakuan (Treatment Schedule). Perhitungan T0 dimulai saat thermocouple yang terpasang pada bak pemanas menunjukkan tingkat suhu perlakuan yang diinginkan.

Berakhirnya waktu perlakuan TA adalah berakhirnya waktu perlakuan sesuai dengan waktu yang diinginkan. Selama waktu perlakuan (dari T0 sampai TA suhu air harus dipertahankan secara konstan dan tidak boleh mengalami penurunan

Lakukan Pendinginan (hydrocooling). Setelah perlakuan selesai, komoditas harus segera diangkat dari dalam bak perlakuan untuk diletakkan dalam air dingin.

Pendinginan bertujuan menurunkan suhu komoditas secara perlahan sampai mendekati suhu normal komoditas sebelum perlakuan.

Spesifikasi mesin HWT

Proses dan penggunaan Mesin HWT ini tidak bisa sembarangan. Spesifikasi alat memiliki Panjang 210 cm, lebar 110 cm, tinggi 100 cm, dilengkapi bak pendingin dan keranjang transfer yang diangkat dengan hidrolik.

Menggunakan sumber panas berupa gas elpiji dan memiliki Thermocouple 4 buah di bak dan 1 buah di boiler. Untuk pembakaran menggunakan burner yang dilengkapi katup solenoid. Kontrol gas ke burner dengan solenoid yang dikontrol oleh thermocouple yang terhubung ke boiler.

 

Sumber : https://tabloidsinartani.com/detail/industri-perdagangan/karantina/16820-Begini-Proses-Hot-Water-Treatment-Ala-Barantan