Harumnya Pasar Tanaman Hias di Negeri Paman Sam

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus mendorong ekspor produk pertanian ke berbagai negara. Berbagai persyaratan ekspor penting diketahui oleh pelaku usaha supaya komoditas dapat diterima negara tujuan. Salah satu negara tujuan ekspor tanaman hias yang potensial adalah Amerika Serikat (AS)

Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian (BUTTMKP) Badan Karantina Pertanian (Barantan) melaksanakan International Dissemination Conference (IDC) secara virtual pada Selasa (25/5) dalam rangka Implementasi Program GraTiEks dan Uji Terap Karantina Pertanian. IDC bertema “GraTiEks dan Peluang Pasar Komoditas Tanaman Hias ke Amerika Serikat”.

Hadir sebagai pembicara kunci Kepala Barantan, Ir. Bambang, MM; Atase Pertanian Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington DC Amerika Serikat, Hari Edi Soekirno, SE MA; Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Ir.Bambang Sugiharto, M.Eng.Sc

Ada juga Koordinator Bidang Benih Pusat Karantina Tumbuhan, Abdul Rahman, SP, MP; Analis Perkarantinaan BUTTMKP, Abdul Mubaraq Irfan, SP M.Si dan pelaku usaha hortikultura CV Ravindo Sukses Mulya, Redi Fajar Kurniawan.

Atase Pertanian KBRI di Washington DC, Hari Edi Soekirno mengatakan, prediksi pasar tanaman hias di AS tahun 2020 – 2024 membaik, meski ada penurunan di tahun 2020 dibanding 2019. Pertumbuhan (growth) di tahun 2020 sebanyak 11,96 persen, pasarnya juga sekitar 15,20 miliar dollar AS.

Menurut Hari, berdasarkan statistik di AS tahun 2020, setiap tahun negeri Paman Sam membelanjakan 26,6 miliar dollar AS untuk produk tanaman hias. “Ini luar biasa. Umumnya masyarakat AS membeli bunga untuk acara Natal  (Desember), Hari Ibu (Mei), Hari Valentine (Februari), Paskah (April), Thanksgiving, dan lainnya,” ujarnya.

Selama ini ungkapkan, tanaman hias atau bunga sebagian besar atau 80 persen diimpor dari berbagai negara. Terbesar Columbia, menyusul Ecuador, Meksiko, dan Guatemala. “Karena jaraknya tidak terlalu jauh dan harganya murah,” katanya.

Namun Hari mengingatkan, waktu ekspor juga harus diperhatikan sesuai acara agar tidak terlewat jenis bunga tertentu, tidak masanya lagi untuk dibeli. Salah satu pameran bunga terbesar di AS (International Floriculture Expo – IFE, sebelumnya disebut Super Flower Show) akan dilaksanakan pada 16-18 September 2021 di Miami, Florida.

Even tahunan ini menyatukan vendor kategori bunga dengan pembeli bunga pasar massal dari supermarket, toko, distributor bunga grosir, dan pengecer online. Kategori produk berkisar dari bunga potong dan sayuran segar hingga tanaman dalam pot, wadah, teknologi, perawatan, dan desain. Informasi tentang pameran dapat diakses pada website: https://www.floriexpo.com/

Atase Pertanian KBRI juga memberikan tips cara mempercepat proses ekspor tanaman hias ke AS. Eksportir Indonesia perlu mempelajari informasi terkini pemasukan tanaman hias ke AS, yaitu USDA APHIS (United States Department of Agriculture – Animal and Plant Health Inspection Service).

Selain itu juga CITES (the Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) untuk flora dan fauna yang dilindungi dan dilarang masuk AS. “Pintu masuk lokasi pemeriksaan tanaman hias juga perlu mendapat perhatian,” ujarnya.

“Bukan saya meng-endorse USA Custom Clearance, tetapi di sini banyak yang seperti ini. Setelah kami konsultasikan dari beberapa pihak importir, menghabiskan dana 5000 dollar AS, tetapi prosesnya luar biasa cepat,” tuturnya.

Namun bila mendaftar langsung sesuai prosedur USDA perlu waktu 30 hari lebih, biayanya sekitar 70 –220 dollar AS. Itu pun masih bisa ada permitt lain, ada 6 permitt yang ditawarkan USDA.

“Secara bisnis lebih menguntungkan melalui custom broker, karena mereka sudah pengalaman dan dipercaya USDA. Mereka yang membereskan bila terjadi sesuatu yang ada di pelabuhan atau bandara, bisa membantu mengeluarkan barang,” beber Hari.

Jika eksportir Indonesia hendak berkolaborasi dengan importir di AS, maka produk yang potensial adalah tanaman hias. Ini yang direkomendasikan Atase Pertanian KBRI karena kredibel, yaitu Jet Fresh Flower –http://jetfreshflowers.com/ , Plant Importer – http://plantimporters.com/homedan Wholesale Preserved Roses – http://wholesalepreservedroses.com/

Terkait instrumen perdagangan, Kepala Barantan, Bambang mengatakan, Menteri Pertanian melihat adanya kekuatan besar Barantan ini untuk memberikan kontribusi akselerasi ekspor nasional agar meningkat pesat. Hal ini karena seluruh jajaran Barantan sangat memahami hiruk-pikuk arus keluar masuk barang ekspor mapun impor.

Barantan juga berperan membantu mengatasi kesulitan ekspor. Amerika Serikat adalah konsumen terbesar setelah China. “Guna mempermudah dan memperlancar proses ekspor terutama di pintu-pintu pelabuhan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga dilibatkan,” ujarnya.

Bambang berharap, terjadinya sinergi dan keserasian kinerja antara Atase Pertanian di KBRI beserta jajarannya, pelaku usaha, lembaga sertifikasi, serta Kementerian Perdagangan. Informasi lengkap tentang tata kelola ekspor dengan sejumlah persyaratannya juga diharapkan dapat disosialisasikan kepada petani dan pelaku usaha di Indonesia.

Bambang mengungkapkan, tugas dan peran Barantan sesuai amanat UU No. 21 Tahun 2019 tentang KHIT, yaitu menjaga dan melindungi kelestarian sumberdaya alam hayati hewan dan tumbuhan dari ancaman IPTK/HPHK melalui penyelenggaraan perkarantinaan nasional. Meliputi perlindungan penyakit, keamanan/mutu pangan dan pakan, keamanan hayati, penegakan hukum, dan instrumen perdagangan.

Terkait Sanitary and Phytosanitary & Technical Barrier to Trade, kondisi global terkini mewajibkan sejumlah persyaratan, meliputi meningkatnya persyaratan produk harus bebas OPT, meningkatnya persyaratan keamanan pangan, meningkatnya persyaratan ketertelusuran kesehatan produk, dan meningkatnya persyaratan kualitas/mutu produk.   

Kementerian Pertanian Dalam Pencapaian GraTiEks mempunyai lima langkah strategis, dengan landasan hukum Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No 19 Tahun 2019. Pertama, meningkatkan volume ekspor. Bisa bekerjasama dengan Pemerintah Daerah dan Stakeholder untuk melakukan terobosan dan inovasi kebijakan ekspor.

Kedua, mendorong pertumbuhan eksportir baru. Kementan mendorong tumbuhnya agropreneur berorientasi ekspor. Ketiga, menambah ragamkomoditas ekspor. Mendorong ekspor dalam bentuk olahan, kerjasama dengan pemerintah daerah dan stakeholder untuk menggali potensi daerah dan mendorong tumbuhnya investasi.

Keempat, meningkatkan frekuensi pengiriman. Percepatan layanan ekspor. Kelima, menambah negara mitra dagang dengan melakukan kerjasama dan harmonisasi peraturan karantina, baik bilateral maupun multilateral.

Sumber : https://tabloidsinartani.com/detail/indeks/horti/16785-Harumnya-Pasar-Tanaman-Hias-di-Negeri-Paman-Sam