Karantina Pertanian Uji Terap Berkolaborasi Dengan Lima Instansi Untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan Perkarantinaan

Karantina Pertanian Uji Terap telah menyepakati kolaborasi melalui penandatangan kerja sama dengan lima instansi/lembaga yang selama ini bergerak di bidang pertanian pada Kamis (29/7) lalu. Penandatangan kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan karantina pertanian dan memperluas jangkauan kebermanfaatan dari Karantina Pertanian Uji Terap secara berkelanjutan.

Sebagai wujud penerapan protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran pandemi COVID-19, momen bersejarah ini dilaksanakan secara daring dan dihadiri oleh Kepala Pusat Kepatuhan, Kerjasama, dan Informasi Perkarantinaan (KKIP) Junaidi, serta undangan lainnya, termasuk dari perguruan tinggi negeri maupun swasta. Adapun perwakilan lembaga yang menandatangani kerjasama tersebut adalah Drh. Wisnu Wasisa Putra, MP, Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara; Ir. Kemal Mahfud, MM, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang; Joko Sareh Utomo, jabatan Deputy of Seed Operation Director PT East West Seed Indonesia; Dr. Azis Natawijaya, SP, M.Si, Manager research and development PT Mekarsari; Rida Hudaya, DUTech, ST, DEA, Manager E-Farming Corpora Community.

Ķepala Pusat KKIP, Junaidi, sangat menyambut baik acara ini. Menurutnya, kerja sama yang dilaksanakan Karantina Pertanian Uji Terap tidak boleh berhenti dan diharapkan terus mengembangkan inovasi untuk meningkatkan daya saing

“Karantina Pertanian Uji Terap yang telah berdiri sejak tahun 2011, hingga tahun 2019 telah menyelenggarakan kerjasama terkait pelaksanaan uji terap, diseminasi, pengembangan inovasi, dan fasilitasi pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian sebanyak 17 kerjasama. Pada tahun 2020 ini direncanakan menyelenggarakan 6 kerjasama baru,” ujar Junaidi.

Sementara itu, Kepala Karantina Pertanian Uji Terap Wawan Sutian menyatakan perjanjian kerja sama semakin menegaskan komitmen kolaborasi antar instansi yang selama ini telah terjalin sangat baik.

“Walau perjanjian kerjasama ini baru ditandatangani sekarang, tidak berarti bahwa kerjasama yang telah dilakukan sebelumnya tidak berarti. Kami sangat berterima kasih kepada Bapak dan Ibu pimpinan yang telah meluangkan waktunya untuk menandatangani perjanjian kerjasama pada hari ini. Semoga silaturahmi dan sinergitas di antara kita semakin terjalin erat di masa mendatang,” ucap Wawan

Perlu diketahui, Karantina Pertanian Uji Terap memiliki fungsi menyelenggarakan kerjasama dalam rangka uji terap dan bimbingan teknis karantina pertanian. Dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya, berbagai instansi dan lembaga terlibat berkolaborasi bersama sebagai mitra sejajar.

Apalagi, ekspertis yang berada di luar pemerintahan sangat dibutuhkan Karantina Pertanian Uni Terap dalam rangka saling berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman. Tenaga ahli yang tersebar di kelima lembaga yang menjalin kerjasama kali ini, diharapkan dapat memberikan masukan pelaksanaan uji terap dan memberikan materi pada kegiatan diseminasi/bimbingan teknis. Selain itu, kerjasama juga dapat mencakup penggunaan fasilitas dan sarana antar instansi, antara lain kunjungan lapang peserta diseminasi/bimbingan teknis, ataupun pelaksanaan uji terap dengan menggunakan laboratorium instansi/lembaga tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, beberapa perwakilan dari perguruan tinggi menyambut baik kerjasama dengan Karantina Pertanian Uji Terap. Tampak hadir dekan/wakil dekan Universitas Brawijaya Malang, serta Dekan/perwakilan dekan dari Universitas Padjajaran Bandung, Universitas Jendral Soedirman Purwokerto, dan Universitas Singaperbangsa Karawang.

Melalui pertemuan ini, Wawan juga menegaskan bahwa Karantina Pertanian Uji Terap memastikan akan menyambut baik kedatangan mahasiswa Fakultas Pertanian atau Fakultas lain yang ingin melaksanakan kerjasama akademis seperti magang atau penelitian Uji Terap Karantina.

“Penandatanganan kerjasama teknis ini merupakan salah satu bentuk komitmen Karantina Pertanian Uji Terap untuk memperkuat kerjasama semua pihak di bidang pertanian, termasuk melibatkan institusi pendidikan tinggi demi mendukung program Kementerian Pertanian yaitu mewujudkan ketahanan pangan Nasional,” pungkas Wawan.