Berkat Colletotrichum musae, Salbiah Raih Penghargaan Peneliti Muda Terbaik

 In Serba-Serbi

Banjarmasin – Colletotrichum musae, cendawan yang menimbulkan dampak negatif pada buah pisang, terhambat dengan perlakuan air panas. Perlakuan air panas pada suhu 47 derajat celcius selama 20 menit berpengaruh menghambat panjang lesio C. musae, mengurangi kerusakan buah, dan menekan tingkat kematangan buah pisang Cavendish dan Raja Bulu Medan.

Demikian kesimpulan makalah perlakuan uji terap yang dibawakan Salbiah di Kongres XXV dan Seminar Nasional Perhimpunan Fitopatologi Indonesia di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin.

Makalah tersebut mengantar Salbiah meraih penghargaan sebagai peneliti muda terbaik. Penghargaan diberikan berdasarkan kriteria tampilan abstrak, cara presentasi, efisiensi waktu, dan ketajaman menjawab saat diskusi.

Selain Salbiah, Ummu Salamah Rustiani, Leny Panjaitan, dan Ade Syahputra dari Karantina Pertanian Uji Terap juga memaparkan makalah uji terap dengan ciamik.

“Kami bangga atas penghargaan yang diperoleh Karantina Pertanian Uji Terap dalam acara ini. Uji Terap adalah salah satu cara mendapatkan metode terbaik untuk menjaga negeri dari ancaman penyakit, dengan dasar ilmu pengetahuan,” demikian ujar Wawan Sutian, Kepala Balai Karantina Pertanian Uji Terap.

Recent Posts